/*----------------------------------------------------------------------------------------*/ Berbagi Ilmu: Artikel Pendidikan
Showing posts with label Artikel Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Pendidikan. Show all posts

Monday, 23 December 2013

Kenampakan Bumi dan Benda Langit SD Kelas 4

Kenampakan Bumi dan Benda Langit – Banyak orang yang belum tahu bahwa sebenarnya permukaan muka bumi ini selalu berubah-ubah karena terjadinya kejadian alam yang terjadi. Perubahan itu selain dari kejadian alam bisa juga karena akibat ulah manusia seperti kebakaran hutan.
Beberapa hal yang menyebabkan permukaan bumi kita ini berubah seperti terjadinya siang dan malam, pasang surut air laut, pengikisan daratan, badai, gempa bumi, cahaya matahari, kebakaran hutan. Sedangkan untuk benda langit kita akan mempelajari tentang beberapa benda langit yang bisa kita lihat secara langsung tanpa bantuan alat apapun.
Untuk lebih jelas tentang materi pelajaran IPA untuk kelas 4 sekolah dasar tentang Kenampakan Bumi dan Benda Langit dapat dilihat lebih lengkap dibawah ini (klik gambar untuk memperbesar):

perubahan kenampakan bumi
proses terjadinya siang dan malam
proses pasang surut air laut
pasang surut air laut
proses pasang surut air laut karena purnama
manfaat pasang surut air laut
proses pengikisan daratan
kenampakan bintang
Itulah materi pembelajaran IPA kelas 4 sekolah dasar tentang Kenampakan Bumi dan Benda Langit. Materi ini bisa anda download dalam bentuk PDF dengan mengklik http://www.pusatmateri.com/kenampakan-bumi-dan-benda-langit.html?format=pdf

Soal Ujian IPA Kelas 5 SD Tentang Penyesuaian Diri Makhluk Hidup

MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM
KELAS / SEMESTER : V / 1
MATERI : PENYESUAIAN DIRI MAHLUK HIDUP
SUB MATERI : PENYESUAIAN HEWAN DENGAN LINGKUNGANNYA




WAKTU : 30 MENIT






Pilihlah Jawaban a, b, c atau d yang paling benar !!






1. Hewan menyesuaikan diri dengan lingkungannya untuk…

a. Memperoleh makanan

b. Menjaga persaudaraan antara sesama hewan

c. Melindungi diri dari musuh-musuhnya

d. Jawaban a dan c benar






2. Binatang yang melindungi diri dengan cara memutuskan ekornya untuk mengecoh musuhnya adalah…


a. Cicak c. Tokek

b. Kadal d. Jawaban a, b dan c benar






3. Autotomi adalah cara binatang melindungi dirinya dengan…

a. Mengubah warna kulitnya untuk penyamaran

b. Memutuskan ekornya untuk mengecoh musuh

c. Membenamkan kepalanya ke dalam tanah

d. Jawaban a dan c benar






4. Ulat, kelabang, lebah dan Kalajengking melindungi diri dari musuhnya dengan cara….


a. Menyengatkan racun c. Memutuskan ekor

b. Menggigit d. Merubah warna tubuh






5. Binatang yang melindungi dirinya dengan  mengecoh musuh dengan cara menguah warna kulitnya adalah….


a. Cicak c. Bunglon

b. Kalajengking d. Lebah






6. Landak, katak api dan merak melindungi diri dari musuhnya dengan cara….


a. Mengumpulkan teman sebanyak-banyaknya

b. Mengubah bentuk atau warna kulitnya

c. Menyengat musuhnya berkali-kali

d. Melarikan diri






7. Cara melindungi diri dengan mengubah bentuk atau warna kulit disebut…


a. Mimikri c. Aposematik

b. Autotomi d. Jawaban a, b dan c benar






8. Binatang yang melindungi diri dengan cara mengeluarkan bau tidak sedap dari tubuhnya adalah…


a. Curut c. Kepik

b. Walang Sangit d. Jawaban a, b dan c benar






9. Cumi-cumi melindungi diri dari musuhnya dengan cara…

a. Menyengat

b. Mengeluarkan lendir beracun berwarna hijau

c. Mengeluarkan cairan hitam pekat seperti tinta

d. Berenang ke permukaan laut






10. Cara cecak melindungi diri dari musuhnya sama dengan cara yang dilakukan hewan…


a. Cacing c. Kadal

b. Bunglon d. Kalajengking






11. Hewan berikut ini yang cara perlindungan dirinya tidak dengan mengeluarkan racun adalah….


a. Kaki seribu c. Kelabang

b. Kalajengking d. Ular






12. Hewan menyesuaikan diri dengan lingkungannya untuk mendapatkan makanan dan melindungi diri dari..


a. Pemangsa c. Musuh

b. Mangsa d. Jawaban a dan c benar






13. Kupu-kupu memiliki mulut… Untuk mengisap nektar dari dasar bunga.


a. Autotomi c. Proboscis

b. Piestrosis d. Aposemantik






14. Cara cecak melindungi diri dari musuhnya dengan cara memutuskan ekornya disebut…


a. Aposemantik c. Proboscis

b. Mimikri d. Autotomi






15. Keong / siput mempunyai alat berlindung diri dari musuh berupa…

a. Cangkang c. Lendir yang bau

b. Cakar yang kuat d. Alat sengat






16. Ciri khusus yang dimiliki nyamuk hingga memudahkannya mendapatkan makanan berupa darah segar adalah…


a. Memiliki alat sengat c. Memiliki sayap

b. Memiliki mulut penghisap d. Memiliki tubuh kecil






17. Jika merasa keselamatannya terancam, maka lebah akan…

a. Menggigit c. Menyengat

b. Mengeluarkan bau tak sedap d. Terbang berputar-putar






18. Laba-laba menyesuaikan diri dengan membuat jaring yang digunakan untuk…


a. Tempat sembunyi c. Memudahkan bergerak

b. Melindungi diri d. Menangkap mangsa






19. Lele melindungi diri dengan cara…

a. Menyengat / mematil c. Mengeluarkan cairan tinta

b. Membenamkan diri di lumpur d. Membuka mulut lebar-lebar






20. Tupai memiliki gigi pengerat yang digunakan untuk…

a. Menggigit musuh c. Membuat sarang

b. Mengupas makanan d. Mencari ulat di dahan kering






21. Kepiting melindungi diri dari musuhnya dengan menggunakan…

a. Autotomi c. Cangkang

b. Kaki Capit d. Cairan lendir






22. Burung hantu memiliki mata penglihatan tajam yang digunakan untuk….


a. Mengamati musuh-musuhnya

b. Mencari makan di malam hari

c. Mencari makan di dalam air di rawa-rawa

d. Menemukan makanan di goa-goa






23. Singa menyesuaikan dirinya dengan cara…

a. Memiliki kaki dengan kuku yang tajam untuk merobek daging

b. Memiliki bulu yang tebal untuk menghangatkan tubuhnya

c. Memiliki ekor yang panjang untuk kemudi saat berlari

d. Memiliki suara yang besar untuk menakut-nakuti musuh






24. Bentuk penyesuaian diri pada hewan digunakan untuk…

a. Mendapatkan makanan

b. Menambah keindahan penampilan binatang

c. Melindungi diri dari musuhnya

d. Jawaban a dan c benar






25. Binatang yang dapat melindungi diri dengan cara aposemantik adalah…


a. Laba-laba c. Katak api

b. Cumi-cumi d. Lebah






Selamat Mengerjakan !!!

Soal Latihan Ulangan IPA Kelas 5 SD Tentang Pernapasan

Nama        :
Tanggal      :
_____________________________________________________________

A. Pilihlah dengan cara memberi tanda silang (x) pada a, b, c atau d pada jawaban
   yang paling tepat.

1. Organ-organ di bawah ini termasuk alat pernapasan, kecuali ....
a. hidung                         c. paru-paru
b. kerongkongan             d. batang tenggorokan
2. Pada proses pernapasan, penyaringan udara berlangsung di dalam ....
a. bronkus                       c. alveolus
b. hidung                         d. paru-paru
3. Udara yang keluar masuk sewaktu kita sedang beristirahat disebut ....
a. udara komplementer              c. udara bersih
b. udara cadangan                     d. udara residu
4. Apabila diafragma dalam keadaan datar, maka rongga dada membesar sehingga
a. udara keluar dari paru-paru
b. udara paru-paru keluar masuk
c. udara dalam paru-paru akan tetap diam
d. udara luar akan masuk ke dalam paru-paru
5. Paru-paru kiri terdiri atas 2 lobus, sedangkan paru-paru kanan terdiri atas ....
a. 2 lobus                         c. 1 lobus
b. 3 lobus                         d. 4 lobus
6. Tujuan utama proses pernapasan manusia ialah untuk memperoleh ....
a. karbondioksida             c. energi
b. oksigen                         d. uap air
7. Alat pernapasan yang dapat mengatur kelembaban udara yang masuk disebut
   ....
a. paru-paru                     c. bronkus
b. hidung                         d. trakea
8. Pertukaran udara pada manusia terjadi di dalam ....
a. bronkiolus                     c. bronkus
b. trakea                           d. alveolus
9. Alat ini berfungsi sebagai media yang menghubungkan oksigen yang kita hirup
   agar mencapai paru-paru. adalah fungsi organ .. .
    a. jantung
    b. bronkeolus
    c. paru paru
d. trakea
10. Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru yang disebut ....
a. bronkia                             c. faring
b. alveolus                             d. pleura

B. Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang tepat !

1. Oksigen disalurkan ke seluruh tubuh oleh ....
2. Kantong udara pada burung disebut juga ....
3. Hewan yang bernapas dengan kulitnya adalah ....
4. Katak yang masih berupa berudu bernapas dengan menggunakan ....
5. Alat pernapasan kita yang berupa penghubung antara hidung dan paru-paru
   adalah ....
6. Salah satu kegunaan oksigen adalah untuk ....
7. Semua makhluk hidup bernapas untuk ....
8. Hasil pembakaran ketika bernapas adalah ....
9. Katak yang masih berupa berudu bernapas dengan menggunakan ....
10. Reptil bernapas dengan ....

C. Essay

1. Sebutkan alat pernapasan pada manusia!
2. Mengapa bernapas melalui hidung lebih baik daripada bernapas melalui mulut?
3. Sebutkan empat macam alat pernapasan pada hewan!
4. Sebutkan tiga contoh binatang yang bernapas dengan trakea!
5. Bagaimanakah cara paus bernapas?

Sumber Daya Alam SD Kelas 4

Sumber Daya Alam – Dalam materi pelajaran IPA kelas 4 sekolah dasar ini para siswa mulai diperkenalkan kepada pengenalan sumber daya alam yang ada di bumi kita ini. Ada beberapa pokok bahasan penting yang harus dipelajari oleh para siswa yaitu sumber daya alam hayati, sumber daya alam nonhayati, sumber daya laut, sumber daya sungai, sumber daya hutan, sumber daya pegunungan, pengaruh kerusakan lingkungan terhadap sumber daya alam, kelestarian sumber daya alam.
Materi-materi tentang sumber daya alam diatas dibahas selengkapnya dibawah ini (klik gambar untuk memperbesar) :

sumber daya alam dibedakan menjadi
sifat sumber daya alam
pengaruh kerusakan alam terhadap sumber daya alam
teknologi untuk pemanfaatan sumber daya alam
cara melestarikan sumber daya alam
Itulah materi pembelajaran IPA kelas 4 sekolah dasar tentang Sumber Daya Alam. Materi ini bisa anda download dalam bentuk PDF dengan mengklik http://www.pusatmateri.com/sumber-daya-alam.html?format=pdf

Rangka Manusia SD Kelas 4

Rangka Manusia – Mempelajari bagian dari rangka-rangka manusia adalah salah satu materi pelajaran IPA untuk kelas 4 sekolah dasar. Dalam materi ini siswa diharapkan mampu mengerti dan mengenal bagian-bagian dari kerangka tubuh manusia.
Hal-hal pokok yang akan dibahas dalam materi tentang Rangka Manusia yaitu mengenal bagian rangka-rangka manusia, jenis-jenis tulang manusia, fungsi rangka manusia, pengenalan sendi manusia, gangguan pada tulang belakang, penyakit pada rangka manusia, cara memelihara kesehatan tulang.
Materi diatas akan dibahas selengkapnya dibawah ini :

bagian rangka manusia
jenis-jenis tulang manusia
fungsi rangka tubuh manusia
macam-macam sendi manusia
gangguan pada tulang belakang manusia
penyakit pada rangka tubuh manusia
cara menjaga kesehatan tulang
Itulah materi pembelajaran IPA kelas 4 sekolah dasar tentang Rangka Manusia. Materi ini bisa anda download dalam bentuk PDF dengan mengklik http://www.pusatmateri.com/rangka-manusia.html?format=pdf

Sistem Peredaran Darah Pada Manusia SD Kelas 5

Sistem Peredaran Darah Pada Manusia merupakan sebuah sistem yang bekerja secara teratur pada tubuh manusa. Dalam pelajaran IPA untuk kelas 5 Sekolah Dasar ini siswa akan mempelajari tentang bagaimana sebenarnya darah bisa beredar didalam tubuh manusia.
Ada beberapa pokok materi yang akan dibahas disini yaitu komposisi sistem peredaran darah manusia, komposisi darah, alat peredaran darah, proses peredaran darah, penyakit pada sistem peredaran darah, menjaga kesehatan darah
Materi selengkapnya bisa anda lihat pada gambar dibawah ini (klik gambar untuk memperbesar) :
komponen penyusun sistem peredaran darah manusia
 komposisi darah
alat peredaran darah
proses peredaran darah
penyakit pada sistem peredaran darah
menjaga kesehatan darah
Itulah materi pembelajaran IPA kelas 5 sekolah dasar tentang Sistem Peredaran Darah Pada Manusia. Materi ini bisa anda download dalam bentuk PDF dengan mengklik http://www.pusatmateri.com/sistem-peredaran-darah-pada-manusia.html?format=pdf

Sumber : http://www.pusatmateri.com

Sifat Cahaya dan Pemanfaatannya SD Kelas 5

Sifat Cahaya dan Pemanfaatannya – Cahaya merupakan salah satu gelombang elektromagnetik yang dapat kita temui dalam kehidupan setiap harinya. Sumber dari cahaya itu pun bisa berbeda-beda. Disini kita akan membahas lebih detail tentang cahaya dan bagaimana memanfaatkan cahaya tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.
Materi yang akan kita bahas tentang Sifat Cahaya dan Pemanfaatannya adalah sebagai berikut : pengertian cahaya, sifat cahaya, cahaya merambat lurus, perambatan cahaya, cahaya menembus benda bening, cahaya dapat dipantulkan, cahaya dapat dibiaskan, cahaya dapat diuraikan, pemanfaatan sinar cahaya, pemantulan cahaya melalui cermin dan lensa.
Materi diatas akan kita bahas selengkapnya dibawah ini :
image preview
image preview
image preview
image preview
image preview
image preview
image preview
image preview
image preview
image preview
image preview
image preview

Itulah materi pembelajaran IPA kelas 5 sekolah dasar tentang Sifat Cahaya dan Pemanfaatannya. Materi ini bisa anda download dalam bentuk PDF dengan mengklik http://www.pusatmateri.com/sifat-cahaya-dan-pemanfaatannya.html?format=pdf

Sumber : http://www.pusatmateri.com

Energi Alternatif dan Penggunaannya SD Kelas 4

Energi Alternatif dan Penggunaannya – Energi adalah salah satu isu yang paling sering diperbincangkan oleh para ilmuwan diseluruh dunia. Mereka semua mencari solusi tentang bagaimana mencari, menemukan dan menggunakan energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari.
Sebenarnya sejak kelas 4 sekolah dasar khususnya dalam pelajaran IPA kita sudah diperkenalkan dengan berbagai macam energi alternatif dan penggunaanya. Namun memang energi alternatif disini hanyalah pengenalan dasar-dasarnya saja. Materi tersebut berisi tentang pengenalan sumber energi alternatif, keuntungan energi alternatif, model perubahan energi.
Materi tentang Energi Alternatif dan Penggunaannya dapat anda lihat selengkapnya dibawah ini :
sumber energi alternatif di dunia
keuntungan energi alternatif
model perubahan energi
Itulah materi pembelajaran IPA kelas 4 sekolah dasar tentang Energi Alternatif dan Penggunaannya.
Materi ini bisa anda download dalam bentuk PDF dengan mengklik http://www.pusatmateri.com/energi-alternatif-dan-penggunaannya.html?format=pdf

Alat Indra Manusia SD Kelas 4

Alat Indra Manusia – Pada materi pelajaran IPA kali ini siswa kelas 4 sekolah dasar mulai mempelajari tentang alat indra manusia. Materi kali ini memang khusus membahas tentang alat panca indra manusia yaitu mata, telinga, kulit, hidung dan lidah.
Setiap bagian dari alat panca indra manusia tersebut akan dibahas selengkapnya dibawah ini :
fungsi indra penglihatan
bagian dalam mata
cara kerja mata
gangguan pada mata dan cara mengatasinya
cara menjaga kesehatan mata
bagian organ telinga
cara kerja telinga menangkap suara
gangguan pada telinga
Itulah materi pembelajaran IPA kelas 4 sekolah dasar tentang Alat Indra Manusia.
Materi ini bisa anda download dalam bentuk PDF dengan mengklik http://www.pusatmateri.com/alat-indra-manusia.html?format=pdf

Sumber : http://www.pusatmateri.com

Friday, 13 December 2013

Pengertian, Macam dan Jenis Hak Asasi Manusia


Pengertian dan Definisi HAM :

HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.


Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. Kasus pelanggaran ham di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan / tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia ham di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik. Salah satu tokoh ham di Indonesia adalah Munir yang tewas dibunuh di atas pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia.


Pembagian Bidang, Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia :


1. Hak asasi pribadi / personal Right

- Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempat
- Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
- Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
- Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing

2. Hak asasi politik / Political Right

- Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
- hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
- Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya
- Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi

3. Hak azasi hukum / Legal Equality Right

- Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan
- Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns
- Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum

4. Hak azasi Ekonomi / Property Rigths

- Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli
- Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak
- Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang, dll
- Hak kebebasan untuk memiliki susuatu
- Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak

5. Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights

- Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan
- Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyelidikan di mata hukum.

6. Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right

- Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan
- Hak mendapatkan pengajaran
- Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat
 
 

Iman Kepada Para Rasul Allah

Iman kepada para nabi dan rasul Allah, merupakan salah satu rukun iman.Keimanan seseorang itu tidak sah, sampai ia mengimani semua nabi dan rasul Allah dan membenarkan bahwa Allah telah mengutus mereka untuk menunjuki, membimbing dan mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya kebenaran. Ditambah juga keharusan membenarkan bahwa mereka telah menyampaikan apa yang Allah turunkan kepada mereka dengan benar dan sempurna, dan mereka telah berjihad dengan sebenar-benarnya di jalan Allah.

Adapun dalil tentang kewajiban iman kepada para rasul, ialah sebagai berikut:

Allah berfirman:

ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآأُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ


Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya," dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami, ya Rabb kami. Dan kepada Engkaulah tempat kembali". [Al Baqarah:285].


لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ باِللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَالْمَلَئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّنَ وَءَاتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقاَمَ الصَّلَوةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ


Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. [Al Baqarah:177].


يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ءَامِنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَن يَكْفُرْ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا


Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada RasulNya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. [An Nisaa’:136].


Dalam ayat-ayat tersebut di atas, Allah memerintahkan kaum mukminin untuk beriman kepada Allah, RasulNya, Al Qur’an dan kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Hal ini menunjukkan kewajiban beriman kepada para rasul.


Juga sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits Jibril yang terkenal, ketika ditanya tentang iman, Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab :


أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْقَدَرِ كُلِّهِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ


Beriman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitab suciNya, para RasulNya dan hari akhirat serta taqdir yang baik dan yang buruk.


Dalam hadits ini, Rasulullah menjadikan iman kepada para rasul termasuk salah satu rukun iman. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Satu keharusan dalam iman, (yaitu) seorang hamba beriman kepada Allah, Malaikat, kitab-kitab suciNya, para RasulNya dan hari akhir. Dia harus beriman kepada seluruh rasul yang diutus dan seluruh kitab suci yang diturunkan.[1]


PERBEDAAN ANTARA NABI DAN RASUL

Para ulama berselisih pendapat dalam mendefinisikan nabi dan rasul [2]. Namun yang rajih (kuat), menyatakan rasul adalah seorang yang mendapatkan wahyu dengan membawa syariat baru. Adapun nabi adalah seorang yang diberi wahyu untuk menetapkan syariat sebelumnya.[3]

AN NUBUWAH (KENABIAN) ADALAH ANUGERAH ILAHI

An nubuwah (kenabian) merupakan perantara antara Sang Pencipta dengan makhlukNya dalam menyampaikan syariatNya.

Ditinjau dari sisi makhluk, an nubuwah merupakan duta antara Allah dengan hambaNya, serta ajakan Allah kepada makhlukNya untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya kebenaran. Memindahkan makhlukNya dari kesempitan dunia menuju keluasan dunia dan akhirat. Sehingga kenabian merupakan nikmat petunjuk dari Allah kepada hambaNya dan anugerah Ilahi kepada mereka.


Adapun ditinjau dari diri rasul tersebut, maka kenabian merupakan karunia Allah untuknya, pilihan Allah untuknya dari seluruh manusia dan hadiah yang Allah khususkan kepadanya dari seluruh makhluk.[4]


Dengan begitu, kenabian tidak dapat dicapai dengan ketinggian ilmu, ibadah dan ketaatan. Kenabian juga tidak dapat dicapai dengan semedi, mengosongkan perut, meditasi dan yang lainnya. Namun kenabian merupakan anugerah Ilahi semata, dan pilihan dari Allah, sebagaimana firmanNya:


اللهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلاَئِكَةِ رُسُلاً وَمِنَ النَّاسِ إِنَّ اللهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ


Allah memilih utusan-utusan(Nya) dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. [Al Hajj:75].


وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ


Dan Allah menentukan siapa yang dikehendakiNya (untuk diberi) rahmatNya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar. [Al Baqarah:105].


Demikianlah, kenabian adalah kedudukan dan martabat yang tinggi, yang Allah khususkan kepada para nabi, semata-mata karena keutamaanNya, lalu Allah mempersiapkan dan memudahkan mereka mengembannya. Dengan keutamaan dan rahmatNya tanpa bersusah payah, Allah menjaga mereka dari pengaruh syetan dan menjaganya dari kesyirikan.


أُوْلَئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ مِن ذُرِّيَّةِ ءَادَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَاءِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ ءَايَاتُ الرَّحْمَـنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا


Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayt-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. [Maryam:58].


Allah berfirman kepada Musa:


قَالَ يَامُوسَى إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسَالاَتِي وَبِكَلاَمِي فَخُذْ مَآءَاتَيْتُكَ وَكُن مِّنَ الشَّاكِرِينَ


Allah berfirman: "Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalahKu dan untuk berbicara langsung denganKu, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur". [Al A’raf:144].


Demikian juga Allah menceritakan pernyataan Nabi Ya’qub kepada anaknya :


وَكَذَلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيلِ اْلأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَعَلَى ءَالِ يَعْقُوبَ كَمَآأَتَمَّهَا عَلَى أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ


Dan demikianlah Rabb-mu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkanNya kepadamu sebagian dari tabir mimpi-mimpi dan disempurnakanNya nikmatNya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmatNya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Rabb-mu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [Yusuf:6].


Ayat-ayat di atas jelas menunjukkan, bahwa kenabian bukanlah sesuatu yang dapat diraih dengan latihan dan pencarian dan angan-angan. Oleh karena itu, ketika kaum musyrikin berkata:


وَقَالُوا لَوْلاَ نُزِّلَ هَذَا الْقُرْءَانُ عَلَى رَجُلٍ مِّنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ


Mengapa Al Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekkah dan Thaif) ini?” [Az Zukhruf:31]


Maka Allah menjawab dengan firmanNya:


أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمُت رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجَمْعَوُنَ


Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabb-mu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabb-mu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. [Az Zukhruf:32].


URGENSI IMAN KEPADA PARA NABI DAN RASUL

Pertama : Iman kepada kenabian (an nubuwah) adalah jalan mengenal untuk Allah dan mencintaiNya. Juga merupakan piranti untuk mencapai keridhaan Allah dan keselamatan dari adzabNya, serta menjadi dasar kebahagian dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: “Iman kepada nubuwah merupakan dasar pokok keselamatan dan kebahagiaan. Barangsiapa yang tidak memahami benar permasalahan ini, akan bingung untuk mengetahui mana pintu petunjuk dan kesesatan, iman dan kufur, dan tidak dapat membedakan yang salah dan yang benar”.


Kedua : Kebutuhan hamba Allah untuk mengakui kenabian lebih besar dan mendesak daripada kebutuhan mereka terhadap udara, makanan dan minuman. Sebab, akibat kehilangan udara, makanan atau minuman hanyalah kematian dan kerugian dunia. Berbeda jika ia tidak mengakui kenabian, akan mengakibatkan kerugian di dunia dan akhirat.


Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berkata,”tanda-tanda kenabian termasuk menjadi bukti-bukti rububiyah Allah. Semuanya jelas dan nyata pada setiap orang, seperti kejadian yang tampak terlihat; karena makhluk membutuhkan pengakuan kepada Sang Pencipta dan para rasulNya.[5]


Tidak diragukan lagi, setiap makhluk yang mukalaf membutuhkan untuk mengenal Allah, iman kepadaNya, beribadah kepadaNya dan mengenal para rasulNya serta mentaatiNya?. Oleh karena itu, Allah memudahkan hambanya untuk mendapatkan hal-hal tersebut.


Syaikh Islam berkata,”Sesungguhnya sesuatu yang dibutuhkan pengenalannya oleh manusia seperti iman kepada Allah dan RasulNya, maka Allah menjabarkan dan memudahkan jalan mendapatkannya. [6]


Kemudian Syaikh Islam Ibnu Taimiyah menambahkan : “Demikianlah, setiap kali manusia sangat butuh mengenal sesuatu. Maka Allah memudahkan mereka dengan bukti-bukti yang mengenalkannya, seperti bukti-bukti yang menunjukkanNya, bukti-bukti kenabian RasulNya dan bukti-bukti ketentuan taqdir dan ilmuNya”.[7]


Dalam masalah ini, Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Sesungguhnya Allah menjadikan para rasul sebagai perantara antara Dia dengan hambaNya, dalam mengenalkan kepada mereka apa-apa yang bermanfaat dan yang merugikan mereka, dan menyempurnakan apa-apa yang mashlahat bagi kehidupan dunia dan akhirat mereka. Para rasul ini seluruhnya diutus untuk berdakwah kepada Allah, mengenalkan jalan untuk sampai kepada Allah dan menjelaskan keadaan mereka setelah sampai kepadaNya.


Selanjutnya beliau rahimahullah menjelasakan beberapa pokok yang perlu diperhatikan :


Pokok pertama : Mengandung penetapan sifat-sifat Allah, tauhid dan taqdir, serta penjelasan perlakuan Allah terhadap para wali dan musuhNya. Yaitu yang Allah kisahkan kepada hambaNya dan permisalan yang dibuat untuk mereka.

Pokok Kedua : Mengandung perincian syari’at, perintah, larangan dan perkara mubah, serta penjelasan apa-apa yang dicintai dan dibenci Allah.
Pokok ketiga : Mengandung iman kepada hari akhir, syurga, neraka, pahala dan siksaan.

Al khalqu (penciptaan) dan al amru (selain penciptaan), berporos kepada tiga pokok ini. Begitu pula kebahagiaan dan kesuksesan pun tergantung padanya. Tidak ada jalan untuk mengenal semua ini, kecuali dari para rasul; karena akal tidak mengerti perincian dan tidak dapat mengenal hakikatnya; walaupun akal dapat mengenal sesuatu yang darurat darinya secara global, seperti layaknya orang yang sakit, ia memerlukan obat dan orang yang mengobatinya, namun tidak mengetahui diagnosa penyakit dan resep obatnya.


Kebutuhan hamba kepada risalah, jauh lebih besar dari kebutuhan orang sakit terhadap pengobatan. Pasalnya, karena batas perkiraan dengan tidak adanya thabib (dokter) adalah kematian badan. Sedangkan seorang hamba, jika tidak mendapatkan cahaya dan pancaran risalah, maka ia telah mati sebelum waktu ajalnya, dan tidak diarapkan akan ada kehidupan dalam dirinya untuk selamanya, atau ia akan sengsara dengan kesengsaraan yang tidak akan diselingi kebahagiaan selama-lamanya.. Oleh karena itu, tidak ada keberuntungan, kecuali hanya dengan mengikuti Rasul”.[8]


Ibnul Qayyim berkata: “Dari sini diketahui, urgensi seorang hamba untuk mengenal rasul, ajaran dan membenarkan beritanya, serta mentaati perintahnya, melebihi segala kepentingan lainnya. Sebab, tidak ada jalan kebahagian dan kesuksesan di dunia dan akhirat, kecuali hanya di tangan para rasul. Tidak ada jalan mengenal kebaikan dan kejelekan secara terperinci, kecuali dari mereka. Dan tidak akan mendapatkan keridhaan Allah, kecuali dengan mereka. Perkara baik dari amalan, perkataan dan akhlak, tidak lain adalah petunjuk dan ajaran mereka. Amalan, perkataan dan akhlak mereka merupakan timbangan untuk seluruh amalan, perkataan dan akhlak manusia. Dengan mengikuti mereka, terseleksi orang yang mendapat petunjuk dan yang sesat. Sehingga kebutuhan manusia terhadap mereka lebih besar dari kebutuhan badan kepada nyawanya, mata terhadap cahaya dan nyawa terhadap kehidupannya. Apapun kepentingan dan kebutuhan yang terbetik, kepentingan dan kebutuhan hamba terhadap para rasul lebih tinggi di atasnya. Bagaimana tanggapan anda terhadap sosok yang petunjuk dan ajarannya jika hilang darimu sekejap mata saja akan merusak hatimu, dan menjadi seperti ikan yang terpisah dengan air dan diletakkan di penggorengan? Seperti itulah keadaan hamba ketika hatinya lepas dari ajaran para rasul, bahkan bisa lebih fatal lagi. Namun tidak akan ada yang merasakan hal ini, kecuali kalbu yang hidup” [9].


KANDUNGAN IMAN KEPADA PARA NABI DAN RASUL

Pertama : Meyakini dengan benar dan mantap bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang mengajak untuk menyembah Allah saja dan mengkufuri sesembahan selainNya.

Artinya, substansi dakwah para rasul, dari yang pertama sampai yang terakhir sama, yaitu mentauhidkan Allah dalam uluhiyah, rububiyah dan asma’ wa sifat (nama dan sifat Allah), dan meniadakan lawannya atau meniadakan kesempurnaannya [10]. Begitulah, para nabi dan rasul membawa agama satu, yaitu Islam, dan setiap rasul menegaskan kepada kaumnya:


يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَالَكُم مِّنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ


Hai kaumku, sembahlah Allah, (karena) sekali-kali tidak ada ilah bagimu selain Dia. [Al Mu’minun:23].


Dan firmanNya:


وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أَمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ


Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thagut itu. [An Nahl:36].


Seluruh syariat mengajak kepada tauhid. Itulah inti sari dakwah para rasul sejak Nabi Nuh Alaihissallam sampai Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.


Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Inilah agama nabi yang pertama sampai nabi terakhir dan para pengikut mereka, yaitu Islam. Agama Islam itu, intinya ialah beribadah kepada Allah saja yang tidak ada sekutu bagiNya. Ibadah kepada Allah di setiap waktu dan tempat, yaitu dengan mentaati para rasulNya. Sehingga seorang hamba beribadah kepadaNya dengan tidak menyelisihi ajaran para rasul tersebut, sebagaimana orang yang Allah ceritakan dalam firmanNya:


أَمْ لَهُمْ شُرَكَآؤُاْ شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَالَمْ يَأْذَن بِهِ اللهُ


Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari'atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah. [Asy Syura:21].


Tidaklah beriman kepada Allah, kecuali orang yang beribadah kepada Allah dengan mentaati para rasulNya. Dan tidaklah beriman kepada Allah dan beribadah kepadaNya, kecuali orang yang beriman kepada seluruh para rasul dan mentaati mereka. Sehingga setiap rasul ditaati sampai datang rasul berikutnya, lalu ketaatannya diberikan kepada rasul yang tersebut”. [11]


Kedua : Beriman bahwa para rasul adalah orang yang memberikan petunjuk dakwah dan bimbingan menuju hidayah, sebagaimana firman Allah :


إِنَّمَآأَنتَ مُنذِرٌ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ


Sesunguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. [Ar Ra’d:7].


Dan firmanNya.


وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ صِرَاطِ اللهِ


Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Yaitu) jalan Allah. [Asy Syura:52, 53].


Adapun hidayah taufiq, hanyalah di tangan Allah, Dialah yang membolak-balik hati dan mengatur segala perkara.[12]


Ketiga : Membenarkan kerasulan dan mengakui kenabian mereka. Meyakini bahwa mereka jujur dan benar dalam menyampaikan semua yang dari Allah. Mereka telah menyampaikan risalah Ilahi, serta menjelaskan kepada semua manusia semua, yang tidak mereka ketahui [13]. Para rasul tidak pernah menyembunyikan satu huruf pun dari risalah Ilahi. Mereka tidak merubah, menambah dan mengurangi dengan sesuatu. Allah berfirman:


فَهَلْ عَلَى الرُّسُلِ إِلاَّ الْبَلاَغُ الْمُبِينُ


Maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. [An Nahl:35].


Barang siapa yang mengkufuri salah seorang dari mereka, berarti telah mengkufuri seluruh para rasul dan kufur terhadap Allah yang mengutus mereka. Allah berfirman.


ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآأُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ


Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya," dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta'at". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Rabb kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali". [Al Baqarah:285].


إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً أُوْلاَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا وَالَّذِينَ ءَامَنُوا بِاللهِ وَرُسُلِهِ وَلَمْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ أُوْلاَئِكَ سَوْفُ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا


Sesungguhnya orang-orang kafir kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasulNya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kafir terhadap sebahagian (yang lain)," serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) diantara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasulNya dan tidak membedakan seorangpun diantara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [An Nisaa:150, 152].


Keempat : Beriman bahwa Allah meninggikan derajat sebagian rasul atas sebagian lainnya. Menjadikan Nabi Ibrahim Alaihissallam dan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai khalilNya. Berbicara kepada Nabi Musa Alaihissallam, mengangkat Nabi Idris Alaihissallam pada martabat yang tinggi, dan menjadikan Nabi Isa Alaihissallam sebagai hamba dan rasulNya serta Muhammad sebagai penutup para nabi dan rasul, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.


تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ اللهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ


Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Diantara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada 'Isa putera Maryam beberapa mu'jizat, serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. [Al Baqarah:253].


وَاتَّخَذَ اللهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً


Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi khalilNya (kesayanganNya). [An Nisaa:125]


قَالَ يَامُوسَى إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسَالاَتِي وَبِكَلاَمِي فَخُذْ مَآءَاتَيْتًكَ وَكُن مِّنَ الشَّاكِرِينَ


Allah berfirman: "Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalahKu dan untuk berbicara langsung denganKu, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu, dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur". [Al A’raf:144].


وَكَلَّمَ اللهُ مُوسَى تَكْلِيمًا


Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. [An Nisaa:164]


وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا


Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang disebut) di dalam Al Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. [Maryam:56, 57].


Kelima : Beriman kepada para nabi dan rasul secara umum, baik yang telah kita ketahui maupun yang belum kita ketahui. Demikian juga beriman secara khusus kepada setiap nabi dan rasul yang telah Allah sebutkan namanya, dengan berkeyakinan bahwa Allah memiliki para rasul lainnya yang tidak Dia kisahkan. Allah berfirman:


وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُم مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ


Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. [Al Mu’min:78]


Keenam : Mentaati para nabi dan rasul dengan mengikuti seluruh perintah mereka dan menjauhi seluruh larangannya, serta berjalan di atas manhaj mereka. Karena, mereka telah menyampaikan syari’at dari Allah. Mereka sebagai contoh teladan bagi umat mereka. Allah memberikan kema’suman kepada mereka dalam menyampaikan berita dari Allah dan risalahNya menurut kesepakatan umat. Allah berfirman tentang Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.


قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُُ قُلْ أَطِيعُوا اللهَ وَالرَّسُولَ فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْكَافِرِينَ


Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan RasulNya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". [Ali Imran:31, 32]


Taat dan ibadah kepada Allah dengan mengikuti dan mencontoh mereka. Sedangkan yang menjadi kewajiban kita adalah beramal dengan syari’at rasul yang diutus kepada kita, yaitu Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang menjadi penutup sekalian para nabi dan rasul. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam diutus untuk segenap umat manusia. Allah berfirman:


فَلاَ وَرَبِّكَ لاَيُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا


Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman, hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [An Nisaa:65].


Demikianlah sebagian pembahasan mengenai iman kepada rasul. Mudah-mudahan bermanfaat.


Oleh
Ustadz Kholid Syamhudi
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun VIII/1425H/2004M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]